HERE!

ASI (Air Susu Ibu) merupakan kebutuhan bayi yang sangat diperlukan guna menunjang kesehatan dan tidak bisa digantikan dengan susu yang lain, karena ditemukannya zat yang baru dan berguna bagi bayi yang tidak bisa dimiliki susu lainnya. Inilah keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Memang tubuh setiap wanita berbeda-beda dalam memproduksi ASI, ada yang kurang memproduksi ASI ada juga yang melimpah.
Banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI terutama hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin merupakan hormon yang berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengeluaran ASI.
Hormon prolaktin tergantung banyaknya nutrisi yang dikonsumsi oleh Ibu, semakin banyak nutrisi yang dikonsumsi maka semakin banyak pula produksi air susunya karena adanya kinerja hormon prolaktin yang semakin baik. Sebagai seorang Ibu perhatikan apa yang Anda makan demi memproduksi ASI sehingga bisa dimanfaatkan sang bayi dengan baik.
Hormon Oksitosin dapat berkerja dengan baik jika puting susunya sering dihisap oleh bayi. Semakin sering dihisap maka akan memberikan rangsangan untuk meningkatkan kinerja hormon oksitosin sehingga dapat melancarkan keluarnya ASI.
Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan suasana hati dan perasaan sang ibu pada saat mereka menyusui sang bayi.
Jika kedua hormon ini tidak bekerja dengan baik sehingga Anda mengalami kurangnya produksi ASI atau ASI tidak keluar dengan lancar, Anda bisa mencoba tip-tip di bawah ini untuk membuat kedua hormon ini bekerja secara optimal.
Simak ayo cara melancarkan ASI secara alami dan memperbaiki kualitas ASI di bawah ini:
1. Sering Menyusui Bayi, Memompa dan Memeras ASI
Menyusui bayi dapat merangsang hormon untuk memproduksi ASI. Semakin sering menyusui, Anda akan menguras payudara. Dengan mengurasnya payudara Anda, akan mengakibatkan menghasilkan ASI lebih banyak karena hormon akan memproduksi ASI yang telah dikeluarkan.
Anda bisa menggunakan alat untuk memompa payudara. Pompa digunakan setelah menyusui bayi. Pompalah ASI itu sampai benar-benar habis atau sedikit setelah bayi disusui. Dengan cara ini dapat merangsang dan memberikan simulasi pada payudara Anda sehingga Anda dapat menghasilkan ASI lebih banyak lagi.
2. Menghindari Bayi Menggunakan Dot dan Empeng
Dalam memberikan susu pada bayi janganlah menggunakan dot dan empeng. Bayi jika kebiasaan menggunakan dot dan empeng yang notabene lebih mudah mengeluarkan susu dari pada puting maka bayi akan enggan menyusui dengan puting dibandingkan dengan dot. Kalau sudah enggan menggunakan puting maka otomatis ASI yang dikeluarkan payudara menurun, karena pengeluaran yang sedikit dan rangsangan pada payudara kurang.
Jika ibu ingin memberikan ASI tanpa menyusui bayinya dengan cara memompa atau memberikan susu formula, maka berikan ASI atau susu formula itu pada bayi dengan menggunakan sendok, jangan pakai dot. Jika ibu menyusui menggunakan dot, maka si bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dengan dot. Padahal cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bagian gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi.
Karena menyusui dengan puting tidak sesuai dengan cara yang benar maka si bayi akan kesulitan mengeluarkan ASI pada payudara sang ibu. Jika seperti itu maka si bayi jadi enggan menyusui dengan puting karena sulitnya mengeluarkan ASI dibandingkan dengan dot. Oleh sebab itu hindari penggunaan dot sama sekali.
3. Memenuhi Kebutuhan Air Ibu Menyusui
Air dapat membantu metabolisme dan pencernaan makanan dengan baik sehingga dapat memaksimalkan zat gizi pada makanan. Air dapat mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan kelancaran ASI. Konsumsi air untuk ibu yang menyusui tergantung kebutuhan seorang ibu dan faktor lingkungannya.
Menurut The instiitute of medicine menyatakan bahwa kebutuhan konsumsi air ibu yang menyusui 3,1 liter atau 13 gelas setiap hari. Ukuran itu hanya didasarkan pada secara umum dan tidak mutlak karena setiap negara memiliki cuaca dan lingkungan yang berbeda dan juga kondisi ibu yang berbeda-beda.
Makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi kebutuhan air ibu yang menyusui. Disarankan sebaiknya minum air putih sebelum merasa haus dan banyak minum air untuk menjaga produksi ASI melimpah dan badan Anda tetap bugar. Aturlah sedemikian rupa dalam meminum air putih jangan sampai merasa haus baru minum. Anda bisa memenuhi kebutuhan air dengan minum jus buah dan minum air putih yang bersih.
4. Mengurangi Stres dengan Banyak Istirahat dan Breastfeeding Father
Aturlah diri Anda untuk bisa beristirahat dengan baik. Anda bisa istirahat dengan tidur saat bayi Anda tidur. Istirahat yang banyak bisa menghindarkan Anda dari stres. Karena stres dapat menyebabkan produksi ASI berkurang hal ini disebabkan sang ibu tidak rileks dan tenang.
Mengurangi stres juga bisa dilakukan dengan breastfeeding father. Sang ibu biasanya pada saat mempunyai bayi, sang Ibu sering mengalami stres sehingga peran sebagai seorang ayah di sini sangat diperlukan. Sebagai seorang suami yang memiliki rasa kasih sayang, seharusnya mendampingi istri untuk membantu apa yang diperlukan istri, baik dukungan emosional, spiritual, moral maupun fisik. Dan biasanya dukungan semacam ini sering disebut “Breastfeeding Father”.
Bantuan breastfeeding father ini membuat seorang istri menjadi tidak terlalu terbebani dengan merawat sang bayi. Jika dukungan ini dilakukan akan membuat sang ibu menjadi lebih rilek, tenang, tidak merasa cemas, takut dan kuatir sehingga pengurangan produksi ASI dapat dicegah.
Saran saya, ASI merupakan makanan yang paling baik buat bayi dibandingkan dengan susu formula apapun, maka sebaiknya usahakan untuk bisa menyusui si bayi dengan ASI.
5. Memenuhi kebutuhan Nutrisi Ibu
Memenuhi kebutuhan nutrisi sangat penting bagi sang ibu yang menyusui guna memperlancar ASI dan membuat ASI jadi lebih bergizi sehingga si bayi dapat memenuhi kebutuhan gizi yang baik dari ASI yang dikeluarkan.
Ada beberapa makanan yang bergizi dan sehat untuk memenuhi kebutuhan sang ibu yang menyusui. Anda bisa mencoba berapa makanan yang bergizi dibawah ini:
Bagian ikan salmon yang dimakan adalah bagian dagingnya tanpa kepala. Jangan makan ikan dengan kepalanya karena kepala mempunyai zat kimia yang tidak baik buat tubuh.
Hormon prolaktin tergantung banyaknya nutrisi yang dikonsumsi oleh Ibu, semakin banyak nutrisi yang dikonsumsi maka semakin banyak pula produksi air susunya karena adanya kinerja hormon prolaktin yang semakin baik. Sebagai seorang Ibu perhatikan apa yang Anda makan demi memproduksi ASI sehingga bisa dimanfaatkan sang bayi dengan baik.
Hormon Oksitosin dapat berkerja dengan baik jika puting susunya sering dihisap oleh bayi. Semakin sering dihisap maka akan memberikan rangsangan untuk meningkatkan kinerja hormon oksitosin sehingga dapat melancarkan keluarnya ASI.
Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan suasana hati dan perasaan sang ibu pada saat mereka menyusui sang bayi.
Jika kedua hormon ini tidak bekerja dengan baik sehingga Anda mengalami kurangnya produksi ASI atau ASI tidak keluar dengan lancar, Anda bisa mencoba tip-tip di bawah ini untuk membuat kedua hormon ini bekerja secara optimal.
Simak ayo cara melancarkan ASI secara alami dan memperbaiki kualitas ASI di bawah ini:
1. Sering Menyusui Bayi, Memompa dan Memeras ASI
Menyusui bayi dapat merangsang hormon untuk memproduksi ASI. Semakin sering menyusui, Anda akan menguras payudara. Dengan mengurasnya payudara Anda, akan mengakibatkan menghasilkan ASI lebih banyak karena hormon akan memproduksi ASI yang telah dikeluarkan.
Anda bisa menggunakan alat untuk memompa payudara. Pompa digunakan setelah menyusui bayi. Pompalah ASI itu sampai benar-benar habis atau sedikit setelah bayi disusui. Dengan cara ini dapat merangsang dan memberikan simulasi pada payudara Anda sehingga Anda dapat menghasilkan ASI lebih banyak lagi.
2. Menghindari Bayi Menggunakan Dot dan Empeng
Dalam memberikan susu pada bayi janganlah menggunakan dot dan empeng. Bayi jika kebiasaan menggunakan dot dan empeng yang notabene lebih mudah mengeluarkan susu dari pada puting maka bayi akan enggan menyusui dengan puting dibandingkan dengan dot. Kalau sudah enggan menggunakan puting maka otomatis ASI yang dikeluarkan payudara menurun, karena pengeluaran yang sedikit dan rangsangan pada payudara kurang.
Jika ibu ingin memberikan ASI tanpa menyusui bayinya dengan cara memompa atau memberikan susu formula, maka berikan ASI atau susu formula itu pada bayi dengan menggunakan sendok, jangan pakai dot. Jika ibu menyusui menggunakan dot, maka si bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dengan dot. Padahal cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bagian gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi.
Karena menyusui dengan puting tidak sesuai dengan cara yang benar maka si bayi akan kesulitan mengeluarkan ASI pada payudara sang ibu. Jika seperti itu maka si bayi jadi enggan menyusui dengan puting karena sulitnya mengeluarkan ASI dibandingkan dengan dot. Oleh sebab itu hindari penggunaan dot sama sekali.
3. Memenuhi Kebutuhan Air Ibu Menyusui
Air dapat membantu metabolisme dan pencernaan makanan dengan baik sehingga dapat memaksimalkan zat gizi pada makanan. Air dapat mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan kelancaran ASI. Konsumsi air untuk ibu yang menyusui tergantung kebutuhan seorang ibu dan faktor lingkungannya.
Menurut The instiitute of medicine menyatakan bahwa kebutuhan konsumsi air ibu yang menyusui 3,1 liter atau 13 gelas setiap hari. Ukuran itu hanya didasarkan pada secara umum dan tidak mutlak karena setiap negara memiliki cuaca dan lingkungan yang berbeda dan juga kondisi ibu yang berbeda-beda.
Makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi kebutuhan air ibu yang menyusui. Disarankan sebaiknya minum air putih sebelum merasa haus dan banyak minum air untuk menjaga produksi ASI melimpah dan badan Anda tetap bugar. Aturlah sedemikian rupa dalam meminum air putih jangan sampai merasa haus baru minum. Anda bisa memenuhi kebutuhan air dengan minum jus buah dan minum air putih yang bersih.
4. Mengurangi Stres dengan Banyak Istirahat dan Breastfeeding Father
Aturlah diri Anda untuk bisa beristirahat dengan baik. Anda bisa istirahat dengan tidur saat bayi Anda tidur. Istirahat yang banyak bisa menghindarkan Anda dari stres. Karena stres dapat menyebabkan produksi ASI berkurang hal ini disebabkan sang ibu tidak rileks dan tenang.
Mengurangi stres juga bisa dilakukan dengan breastfeeding father. Sang ibu biasanya pada saat mempunyai bayi, sang Ibu sering mengalami stres sehingga peran sebagai seorang ayah di sini sangat diperlukan. Sebagai seorang suami yang memiliki rasa kasih sayang, seharusnya mendampingi istri untuk membantu apa yang diperlukan istri, baik dukungan emosional, spiritual, moral maupun fisik. Dan biasanya dukungan semacam ini sering disebut “Breastfeeding Father”.
Bantuan breastfeeding father ini membuat seorang istri menjadi tidak terlalu terbebani dengan merawat sang bayi. Jika dukungan ini dilakukan akan membuat sang ibu menjadi lebih rilek, tenang, tidak merasa cemas, takut dan kuatir sehingga pengurangan produksi ASI dapat dicegah.
Saran saya, ASI merupakan makanan yang paling baik buat bayi dibandingkan dengan susu formula apapun, maka sebaiknya usahakan untuk bisa menyusui si bayi dengan ASI.
5. Memenuhi kebutuhan Nutrisi Ibu
Memenuhi kebutuhan nutrisi sangat penting bagi sang ibu yang menyusui guna memperlancar ASI dan membuat ASI jadi lebih bergizi sehingga si bayi dapat memenuhi kebutuhan gizi yang baik dari ASI yang dikeluarkan.
Ada beberapa makanan yang bergizi dan sehat untuk memenuhi kebutuhan sang ibu yang menyusui. Anda bisa mencoba berapa makanan yang bergizi dibawah ini:
- Telur
- Ikan Salmon
Bagian ikan salmon yang dimakan adalah bagian dagingnya tanpa kepala. Jangan makan ikan dengan kepalanya karena kepala mempunyai zat kimia yang tidak baik buat tubuh.
- Daging Sapi
- Roti Gandum Murni atau Dikenal dengan Whole Wheat Bread
Roti gandum juga dapat mengandung serat dan zat besi yang penting bagi tubuh. Jika anda mencari roti gandum yang bagus, pilihkan roti gandum yang berkualitas yang ditandai dengan warna kecoklatan dan kasar teksturnya.
- Beras merah
Kandungan serat pada beras merah menyehatkan sistem pencernaan. Manfaatnya juga banyak lagi antara lain mengontrol gula darah,menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dan meningkatkan HDL (kolestrol baik), mencegah terjadinya batu empedu, sumber antioksidan, dan menjaga kesehatan tulang.
- Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan dapat bermanfaat menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (seng), mengontrol diabetes, menjaga pertumbuhan dan kepadatan tulang, mengurangi resiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan kulit serta bermanfaat bagi sistem pencernaan.
Kacang-kacangan juga dapat menghambat proliferasi sel kanker usus besar dan menginduksi apoptosis serta mengurangi resiko kanker ovarium dengan senyawa fenolik serta dapat menurunkan gula darah dengan indek glikemik rendah. Dan banyak lagi manfaatnya seperti mencegah serangan jantung, mencegah infeksi saluran kemih dan lain-lain.
- Sayuran hijau
Bayam mengandung zat besi dan serat yang sangat bagus untuk darah, mengandung lutein yang dapat menjaga kesehatan mata dan katarak, mempunyai favonoid sebagai antioksidan dan antikanker. Bayam juga merupakan sumber vitamin A, C dan K juga mengandung folat.
Sawi mengandung banyak vitamin dan mineral. Kandungan vitamin C, E, karoten dan klukosinolat sebagai antioksidan. Kandungan kalsium, magnesium, dan asam folat dapat menyehatkan tulang. Serat pada sawi dapat melancarkan pencernaan tubuh. Sawi juga dapat mencegah peradangan dan mencegah kangker.
Kangkung mengandung protein, lemak, Vitamin A, B komplek, C dan beberapa mineral seperti zat besi, fosfor, dan kalium. Vitamin B komplek dapat meningkatkan hormon yang menciptakan suasana nyaman sehingga bagi ibu yang stres bisa konsumsi ini.
Timun kaya akan vitamin C, mangan, folat, serat, magnesium, klorofil dan lutein. Kandungan Vitamin C sebagai antioksidan. Kandungan folat dapat mengurangi resiko penyakit depresi dan jantung. Tingginya kadar air pada timun dapat menyegarkan tubuh Anda.
- Bluberi
- Jus Jeruk
Jeruk merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mudah didapat, jadi Anda tidak perlu kuatir tidak mendapatkannya. Jus jeruk yang ada di toko memiliki tambahan vitamin D yang penting bagi tulang. Manfaat Jus jeruk dapat mengurangi risiko osteoporosis, depresi, dan kanker tertentu.
- Minuman Pelancar ASI
Dengan terbuat dari bahan-bahan alami yang dikeringkan ASI Booster Tea (ABT) Insha Allah aman untuk ibu dan bayi. Anda bisa mendapatkannya di supermakarket atau agen-agen khusus penjual ASI Booster Tea (ABT).
Semoga ini bermanfaat Amin...
Semoga ini bermanfaat Amin...
Apakah artikel ini membantu?
klik tombol Google Plus, Tweeter, dan Facebook di bawah ini untuk like dan share.

No comments:
Post a Comment